KEBUMEN – Lima dosen Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen mulai melaksanakan program pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka di sejumlah madrasah terpilih. Program ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Pendampingan yang akan berlangsung selama enam bulan ini dilakukan oleh lima dosen Fakultas Tarbiyah yang telah mengikuti pelatihan sebagai fasilitator Kurikulum Merdeka. Mereka adalah Dr. Umi Arifah, S.Pd.I., M.M., H. Agus Salim Chamidi, M.Pd.I., Maesaroh, M.Ag., Siti Fatimah, M.Pd.I., dan Oky Ristya Trisnawati, M.Pd.
“Program pendampingan ini menjadi bukti komitmen kami untuk tidak hanya memahami Kurikulum Merdeka secara teoretis, tetapi juga mendukung implementasinya secara langsung di lapangan,” ujar Umi Arifah yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen.
Selama enam bulan ke depan, para dosen akan intens memberikan bimbingan kepada guru dan kepala sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sesuai dengan konteks dan kebutuhan masing-masing madrasah. Pendampingan meliputi pengembangan perangkat pembelajaran, strategi pengajaran, dan sistem evaluasi yang selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.
H. Agus Salim Chamidi, M.Pd.I., salah satu fasilitator, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat kolaboratif. “Kami tidak memposisikan diri sebagai yang paling tahu, melainkan sebagai mitra bagi sekolah dalam mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan potensi lokal,” jelasnya.
Madrasah yang menjadi sasaran pendampingan merupakan lembaga pendidikan pilihan yang telah ditentukan oleh BDK Jawa Tengah. Pihak sekolah menyambut positif program pendampingan ini sebagai dukungan berarti dalam transisi menuju implementasi Kurikulum Merdeka yang lebih efektif.
Program pendampingan ini juga memberikan manfaat ganda, di mana para dosen fasilitator dapat memperoleh pengalaman praktis dan studi kasus nyata yang dapat diintegrasikan ke dalam pengajaran mereka di kampus. Hal ini diharapkan dapat memperkaya materi perkuliahan dan mempersiapkan mahasiswa calon guru untuk menghadapi dinamika pendidikan di lapangan.
Inisiatif Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen ini menjadi model kemitraan yang efektif antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menyukseskan implementasi kebijakan pendidikan nasional, khususnya Kurikulum Merdeka di tingkat lokal. (FTY)

