KEBUMEN – Mahasiswa semester VII Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAINU Kebumen. Acara yang berlangsung selama dua hari pada 13-14 Juli 2024 di Auditorium IAINU Kebumen ini mengangkat tema “Kembali ke Desa: Membangun Muslim Friendly Tourism Untuk Pencapaian SDGs”.
Dalam sambutannya, Fikria Najitama, M.S.I. selaku Ketua LPPM IAINU Kebumen menekankan pentingnya program KKN sebagai wadah implementasi keilmuan dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. “KKN tahun ini mengambil fokus Muslim Friendly Tourism yang sejalan dengan potensi pariwisata di Kabupaten Kebumen. Program ini merupakan bentuk kontribusi kampus dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengembangan ekonomi desa berbasis pariwisata yang ramah muslim,” ujarnya.
Tema “Kembali ke Desa” dipilih sebagai bentuk ajakan kepada generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan desa, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata yang sesuai dengan nilai-nilai Islam sekaligus mendukung pencapaian target SDGs seperti pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja yang layak, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan komprehensif, panitia menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai instansi terkait. Di antaranya dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pariwisata, serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kebumen.
“Pengembangan Muslim Friendly Tourism di desa-desa Kebumen memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi lokal sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan prinsip berkelanjutan,” kata perwakilan Bappeda dalam presentasinya.
Para narasumber menyampaikan materi seputar potensi pariwisata Kebumen, strategi pengembangan desa wisata, konsep halal tourism, serta teknis pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang efektif dan berkelanjutan.
“Kabupaten Kebumen memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai dari pantai, goa, hingga wisata pegunungan. Tantangannya adalah bagaimana mengembangkan destinasi-destinasi ini dengan konsep Muslim Friendly Tourism yang ramah bagi semua wisatawan sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” jelas perwakilan Dinas Pariwisata dalam paparannya.
Program KKN IAINU Kebumen tahun ini akan dilaksanakan di 26 desa yang tersebar di Kabupaten Kebumen. Mahasiswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menjalankan program pengabdian sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.
Dengan fokus pada pengembangan Muslim Friendly Tourism untuk mendukung SDGs, mahasiswa diharapkan dapat membantu desa-desa tujuan KKN dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi wisata yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan berkelanjutan, mulai dari penyediaan tempat ibadah yang layak, kuliner halal, hingga atraksi wisata yang ramah keluarga dan bernilai edukasi.
Program KKN IAINU Kebumen dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata halal di Kabupaten Kebumen sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. (FTY)

